Wisuda Peduli Lingkungan

Menyambut wisuda pertengahan bulan depan, kali ini saya akan menulis sebuah aksi peduli lingkungan di negara Amerika yang perlu ditiru oleh bangsa kita dan seluruh dunia. Mahasiswa berada pada jajaran paling depan dalam aksi tersebut. Dalam acara wisuda yang syarat dengan kegembiraan, kelegaan dan kebangaan tersebut mereka bisa menunjukkan kepeduliaan kepada lingkungan dengan mengenakan pakaian wisuda / toga yang berbahan dasar daur ulang dari plastik botol bekas. Pakaian ini diperkenalkan dengan nama GreenWeaver.

Plastik yang bersifat tidak mudah diolah kembali oleh tanah sehingga perlu adanya upaya agar tidak terjadi terlalu banyak penumpukan limbah botol bekas ini.

 

Wisuda Mahasiswa Amerika

Wisuda Mahasiswa Amerika

Di Amerika botol-botol bekas ini dikumpulkan kemudian diolah menjadi serat-serat yang nantinya akan diolah menjadi kain untuk pakaian wisuda para mahasiswa disana. Mereka sangat bangga sekali bisa ikut berpartisipasi dalam aksi kepedulian terhadap lingkungan ini.

Pakaian wisuda ini berbahan 100% dari daur ulang botol plastik. Untuk satu pakaian wisuda dibutuhkan 23 botol bekas, sehingga menurut‚Oak Hall Cap & Gown Jika 100.000 mahasiswa mengenakan gaun GreenWeaver di wisuda mereka, maka sekitar 2,3 juta botol plastik akan dijauhkan dari aliran limbah.

Green Weaver Green Graduation

Green Weaver Green Graduation

Bagaimana jika ini diberlakukan di seluruh dunia? Bumi ini pasti akan sedikit tersenyum.

Kapan negeri ini juga akan mengikuti tradisi baru tersebut? Semoga makin banyak orang yang peduli terhadap bumi ini.. Green Weaver Green Graduation

Go Go Green

40 thoughts on “Wisuda Peduli Lingkungan

  1. Coba lakukan oleh mas Dhany dan kawan2 terutama dalam memperingati hari lingkungan hidup besok tgl 5 Juni 2011 mas, pasti memberikan warna baru. Tidak hanya foto2, makan2, namun ada aksi juga

    • Tinggal 5 hari lagi ya mas? Selama ini saya juga belum menemukan wisuda dengan aksi kepedulian lingkungan. Yang ada setelah wisuda mengakibatkan sampah-sampah berserakan 2 hari belum tentu bersih oleh petugas kebersihan…

      • Sudah menjadi kebiasaan Bangsa Indonesia Jika Wisuda Ya Waktunya Kotor 2 hehehe Tpi Jika Mas mau melakukan Yang Tertuliskan Di atas. 4 Jempol saya buat mas !!!

        hehehe

  2. Wah, gerakan green revolution merambah dunia pendidikan juga ya? Gagasan yg perlu digalakkan nih. Tapi untuk negri ini sepertinya masih jauh, lha hal2 kecil aja kayak meminimalisir penggunaan plastik belum ada efeknya.

    • Jadi kembali lagi ke tingkat pendidikan masyarakatnya ya mas… banyak lulusan pendidikan tingginya ternyata bukan ukuran untuk membuat sebagian besar masyarakat peduli akan lingkungannya… Karakter sosial!!

  3. Nah, masalahnya, di Indonesia, pabrik pengelohan limbah plastik menjadi serat tekstil itu belum ada :) – mau buat? Eh, hitung dulu pajaknya, belum termasuk amplop pelicinnya.

    Lalu masyarakat? Lha, peduli amat, memisahkan antara sampah organik dan non-organik saja seringkali malas, apalagi anak kos seperti saya. Biasanya semua dimusnahkan secara bersama-sama dengan pengelolaan sampah mandiri.

    Pola pikir kita kadang hanya sebatas mimpi, yang memiliki sumber daya untuk mewujudkannya mungkin tidak akan mau bertindak nyata :(.

    • Bener mas, ada sedikit kabar baik bisa mengurangi jumlah botol-botol bekas yang terus menumpuk itu menjadi sesuatu yang bisa dipakai lagi…

  4. Salam kenal ya, itu patut kita tiru dari Pamam SAM, karena sisi positip yang baik, tapi kebanyakan masyarakat Indonesia Banyak meniru sisi negatif wkwk…

  5. Sedini mungkin sudah ditanamkan jiwa peduli lingkungan, paling tidak didalam wisuda pun sudah diajarkan sikap perduli. Satu kelebihan negri luar ya, kita disini mungkin hanya bermimpi :(

  6. Tindakan nyata yg patut dicontoh, untuk Indonesia masih jauh terutama mental dan budayanya, untuk bisa tertib dalam membuang sampah aja masih jauh panggang dari api, pada buang sampah seenaknya dan sembarangan, tapi di Jakarta di beberapa lokasi sudah ada kampung percontohan tentang cara menata lingkungan, sanitasi dan masalah sampah. Semua sampah rumah tangga bisa menghasilkan uang, sampah organik diolah dijadikan pupuk kompos dan bisa dijual sedangkan yg nonorganik dijaikan perlatan rumah tangga, yaa mainan, tas, dan kerajinan lainnya, kalau alatnya canggih mungkin bisa dijadikan kain spt di Amerik tadi

    • Bener mas, diluar negeri sebenarnya bukan kekuatan hukum yang menguatkan kesadaran pada kebersihan lingkungan, tetapi faktor keteladanan orang-orang terdekat. Moga semakin tinggi tingkat pendidikan warga negeri ini, pola hidup bersih dan sehat makin meningkat lagi..

  7. buat rakyat indonesia….sangat sulit menerapkan tertib lingkungan……..KEnapa? saya juga tidak tahu!… tapi, tidak adil menghakimi orang indonesia karena cuman masalah ga peduli lingkungan,.. mengingat “masih banyak penghuni kolong jembatan”….. menurut saya pengentasan kemiskinan dulu, yang diutamakan.. otomatis rakyat punya waktu buat peduli lingkungan…

    • Intinya akumulasi masalah ya mas… Yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin… Jangan sampai gempa di daerah padang terulang kembali…

  8. Plastik memang menjadi musuh besar bagi tanah dan alam lantaran sifatnya yang sulit diurai dan bertahan di alam hingga seratusan tahun.

    makin banyak kreatifitas untuk mendaur ulang sampah plastik akan semakin baik bagi bumi ini.

    >>>Nitip pesan buat semua:
    Saya ada tantangan buat para blogger Indonesia, ki. Yang siap bisa langsung ceck TKP di blog saya.

    • Sayangnya butuh dana yang tidak sedikit pula untuk membangun industri tersebut… Memulai dari diri sendiri dulu dari hal yang paling kecil,,,

  9. IMHO. Solusi lebih mudah, harusnya seremonial wisuda ini dihapus saja. Dalam faktanya, lulus dan memperoleh gelar saja tidak menjamin kesuksesan. Apalagi wisudanya.

    Kita harus mulai berfikir realistis dan menghindari seremonial yang tidak perlu.

    • Seandainya itu bisa digalakkan secara luas ya mas… Namun fakta di lapangan seremonial ini makin merambah luas ke sekolah2 di tingkat bawahnya mulai dari SD, SMP, SMA… Menurut saya itu sebagai upaya untuk meningkatkan kecintaan pada almamaternya… Untuk jaminan kesuksesan itu saya tidak bisa berkomentar karena faktornya kompleks banget…

      • Kalau TK atau SD wajar. Tujuannya untuk menyenangkan anak-anak. Yang sudah kuliah harusnya berfikir bisa lebih realistis, tidak perlu menyibukkan diri dengan seremonial tidak penting.

        Budaya-budaya semacam ini jika ditelaah lagi efeknya luas. Misalnya menjamu pejabat yang berkunjung, sama-sama seremonial yang tidak berguna.

        • Iya bener saya juga setuju mas… setiap wisuda pasti mengundang pejabat setempat dan mungkin juga nyelipin amplop,hehe..
          Namun satu hal yang mungkin ingin disalurkan oleh kampus adalah ingin mengapreasiasi upaya orang tua mahasiswa yang selalu mensupport sampai terselesaikannya studi anaknya… Meskipun ada orang tua yang berkecukupan, namun tidak sedikit yang berasal dari orang tidak mampu dan merupakan kebanggan tersendiri bisa mengantar anaknya wisuda… Itu yang saya ambil saat ngobrol dengan orang tua saya, meskipun sudah pernah mengantar tapi tetep mau mengantar lagi…

  10. Pingback: Hari Lingkungan Hidup Dunia 2011 | Blog Dani Setiyawan » Blogging | Motivasi | Teknologi | Informasi

  11. menurut saya, ide ini tidak menyelesaikan masalah lingkungan.

    proses ini hanya memindahkan masalah dari botol plastik ke toga.. lalu, kalau toganya sudah benar2 tidak terpakai, bagaimana? kalau terbuat dari kain sih bisa dikompos, tapi kalau dari plastik, maka akan sama-sama aja jadi sampah.

    jadi kalau saya sih, alih-alih pakai botol minuman plastik karena botol ini bisa didaur ulang, sebaiknya saya hindari sejak awal :)

    • Lalu bagaimana dengan gunung dan pulau botol dan plastik itu…. Yang saya tulis diatas adalah sebuah aksi tentang kepedulian lingkungan bukan sebuah solusi… Karena masalah sebenarnya adalah tidak pedulinya masyarakat terhadap lingkungannya dan mungkin termasuk saya sendiri…

  12. Pingback: Cina Mulai Melarang Penggunaan Kantong Plastik | Blog Dani Setiyawan » Blogging | Motivasi | Teknologi | Informasi

  13. Pingback: 5 Juni Hari Lingkungan Hidup | CV SUMBENK THE EXPLORER

  14. Pingback: Hari Bebas Kantong Plastik Internasional | Blog Dani Setiyawan » Blogging | Motivasi | Teknologi | Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jawab Dulu: