Andaikan Dunia Tanpa Kabel

Andaikan Dunia Tanpa Kabel. Bisa dibilang era sekarang adalah era meroketnya populatias laptop dan kebangkitan smartphone. Komputasi semakin mobile, mudah dan efisien. Komunikasi semakin tidak mengenal ruang dan waktu.

Hal ini makin bertambah dengan adanya dukungan media sosial. Dalam waktu beberapa tahun saja situs jejaring sosial sudah menjadi bagian hidup sebagian besar penduduk dunia. Siapa yang tidak kenal Facebook, Twitter dan lainnya? Gaya berkomunikasi sudah bergeser kesana.

Dengan adanya trend tersebut tentu membuat vendor-vendor pesawat komunikasi saling bersaing menciptakan teknologi terbaru yang makin memudahkan aktivitas penggunanya. Chip-chip semakin mengecil dan makin meningkat performanya. Dulu superkomputer yang segede rumah lambat laun sudah mengecil hingga cukup mudah dimasukkan ke dalam saku. Itulah gambaran betapa pesatnya perkembangan dunia teknologi khususnya teknologi informasi dibandingkan bidang yang lain.

Dunia Tanpa Kabel

Adanya tuntutan gaya hidup yang semakin mobile tentu orang tidak ingin hidupnya terlalu ribet. Saya contohkan saja sebagian besar orang pasti memiliki handphone, dan setiap handphone memerlukan daya dari batere. Daya pada batere lambat laun akan melemah dan habis, maka batere tersebut haruslah di charge. Kebanyakan perangkat handphone dan elektronik yang memakai batere dalam proses charging harus menggunakan kabel untuk menghubungkan handphone dan adaptornya.

Bagaimana jika proses charging tersebut tanpa menggunakan kabel? Nirkabel. Sewaktu-waktu jika daya batere melemah maka handphone akan mengisi daya dengan otomatis. Bisakah seperti itu? Kita lebih dimudahkan dengan itu.

Wireless Transfer Power

Wireless Transfer Power merupakan karya anak bangsa. Kita patut membanggakannya.‚Wireless Transfer Power adalah hasil karya‚Dr Ing Eko Adhi Setiawan seorang dosen‚dan peneliti dari Departemen Teknik Elektro Universitas Indonesia. Dilihat dari gelarnya sudah pasti beliau lulusan S3 Germany, padahal masih muda lho..

Jika temen-temen pernah melihat tayangannya di TvOne pasti sudah mengetahui berita tersebut. Saya sendiri juga dari background elektronika sangat bangga mendengar berita tersebut. Karya tersebut menjadi headline di web-web besar di luar negeri karena memang riset ini sudah dimulai dari tahuan 1800-an dan baru sekarang terealisir. Penelitian ini dilakukan mulai dari tahun 2009. Tampilan kinerja alat bisa dilihat di video dibawah ini.

Vendor ponsel Palm asal Amerika Serikat pernah mengaplikasikan prinsip sejenis yaitu pengisian tanpa kabel untuk produknya dengan menaruh hp diatas‚TouchStone.

Namun penemuan pak Eko ini lebih bagus lagi yaitu bisa bekerja pada jarak 60cm, menembus dinding beton, papan kayu, bahkan bisa menembus kaca akuarium yang didalamnya berisi air dan ikan. Indikator yang digunakan di dalam aquarium adalah lampu. Dan yang lebih mengherankan ikan yang berada di akuarium tidak menunjukkan tanda-tanda terganggu, tersengat, ataupun stress. Ikan-ikan malah mendekati lampu yang menyala tersebut.

Saat di dalam akuarium

Cara Kerja

Secara garis besar alat ini berupa rangkaian pemancar (transmitter) dan rangkaian penerima (receiver). Pada rangkaian transmitter dihubungkan dengan antena pemancar yang akan berkomunikasi dengan antena penerima di rangkaian receiver.

Metode transfer power (listrik) tersebut menggunakan prinsip resonansi frekuensi elektromagnetik. Seperti halnya garputala jika dibunyikan akan membunyikan garputala lain pada jarak waktu tertentu. Jika dalam alat musik ada yang disebut dengan nada harmonis. Antena pemancar dan penerima bentuknya sama yaitu berupa lingkaran.

Pada antena pemancar saat dialiri arus listrik akan menimbulkan medan magnet dengan frekuensi tertentu. Pada jarak waktu tertentu akan membuat medan magnet yang sama pada antena penerima. Medan magnet yang diterima akan dikonversi oleh rangkaian receiver menjadi listrik DC. Secara teknisnya saya tidak bisa menjelaskan disini karena terlalu panjang.

Pioneer

Ini baru awal revolusi teknologi saat ini. Jika prinsip kinerja alat ini akan diterapkan diseluruh perangkat elektronik yang berbasis batere, peran kabel semakin tersingkirkan. Bahkan Apple dalam‚Apple¢‚¬„¢s Plan for a World Without Wires oleh Mashable merencanakan akan mengaplikasikan prinsip tersebut kedalam produk-produk canggihnya. Semakin terbuka lebar kemungkinan Dunia Tanpa Kabel di bidang teknologi komunikasi dan informasi ini.