Ujian Nasional dan Sistem Pendidikan Nasional

Ujian Nasional memang masih menjadi polemik negeri ini. Banyak sekali masalah-masalah yang belum kunjung menemukan solusi dari akibat pelaksanaan ujian nasional ini. Salah satu contohnya yaitu adanya standarisasi nilai kelulusan yang tiap tahun makin meningkat menimbulkan pro dan kontra baik dari siswa sendiri, orang tua, guru, instansi pendidikan maupun kelompok-kelompok yang peduli pendidikan.

Memang tidak bisa dipungkiri, tujuan dilaksanakannya ujian nasional ini adalah untuk menentukan kelulusan siswa berdasarakan nilai akhirnya. Soal tersebut distandarkan secara nasional yang mencerminkan mutu pendidikan nasional. Dengan mengacu hasil ujian tersebut instansi pendidikan akan bisa mereview bagaimana sistem pendidikan yang telah berjalan. Bagian mana yang perlu diperbaiki mana yang perlu ditingkatkan.

Namun salah satu efek samping adanya peningkatan standar nilai kelulusan terbuka kemungkinan juga jumlah siswa yang tidak lulus bertambah dibandingkan tahun lalu. Terbayang pula bertambahnya jumlah siswa yang stres karena ujian nasional ini.

Keadaan ini memang menjadi bumerang untuk bangsa ini. Tujuannya ingin meningkatkan mutu pendidikan namun jika dirasa terlalu dipaksakan dampaknya malah justru sebaliknya, menciptakan generasi yang belajar hanya untuk mengejar nilai ujian nasional.

Coba kita flashback ke belakang, setiap ada momen ujian nasional selalu saja ada kecurangan-kecurangan yang notabene berasal dari pihak sekolah sendiri. Dengan dalih tidak ingin tercoreng nama baik sekolahnya karena banyak siswa yang tidak lulus, mereka menghalalkan segala cara untuk memberikan bocoran jawaban kepada siswanya. Ini memang menjadi masalah klasik karena ini memang sudah menjadi mental dan sulit untuk dihilangkan.

Saya tidak bisa berkomentar banyak soal ini karena memang ini sudah mengakar. Mana yang benar makin tersemukan, mana yang salah terbius kebenaran. Rancu memang. Namun kita masih punya hati untuk menilai itu semua. Jadi saya kembalikan kepada Anda semua. Ada apa dengan sistem pendidikan nasional kita ini.

Yang pasti jangan sampai kita meninggalkan nilai-nilai afektif dalam proses belajar. Jika itu sudah tumbuh subur dalam sistem pendidikan lambat laun generasi kita pasti akan menemukan masa jayanya.

Buat adik sepupuku moga diberikan kemudahan dalam mengerjakan soal-soal ujian besok. Gantungkan target nilaimu semaksimal mungkin, jangan hanya bangga dengan target predikat “LULUS”. Kamu pasti bisa mengalahkan semua soalnya. Harapannya moga pendidikan di Indonesia makin maju secara merata sesuai Undang-Undang yang telah memberikan kesamaan hak kepada seluruh warga negara untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang layak.

Besok pagi ujian nasional tingkat SLTA sudah dimulai, semoga berjalan lancar.