Lurah Caturtunggal Tidak Terbukti Kasus Korupsi

Lurah Caturtunggal Tidak Terbukti Kasus Korupsi

Kasus Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) layaknya sudah menjadi tradisi setiap lini pemerintahan. Sering kita dengar di pemberitaan televisi kasus-kasus yang menimpa petinggi-petinggi pemerintahan baik cakupan nasional maupun daerah. KKN tidak hanya marak di lingkungan dinas pajak aka. mafia pajak, jaksa, gunernur, walikota, bupati, bahkan sampai ke ranah kepala daerah di kecamatan dan pedesaan.

Namun baru-baru ini ada sebuah cerita yang patut diakui jempol oleh kita. Seorang kades yang dituduh dan difitnah hingga menjadi tersangka kasus korupsi di tingkat kepala kelurahan ternyata tidak terbukti. Beliau menjadi korban tuduhan korupsi hingga jabatannya harus dinonaktifkan. Saya merasa perlu untuk menulis disini agar bisa menjadi pelajaran bagi para petinggi negeri ini.

Lurah Caturtunggal Tidak Terbukti Kasus Korupsi

Lurah Caturtunggal Tidak Terbukti Kasus Korupsi

Lurah Caturtunggal Nonaktif Agus Santoso,S.PSi.

Beliau adalah‚Agus Santoso, S.Psi seorang Lurah / Kades Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Beliau dituduh melakukan tindak pidana korupsi yaitu menjual tanah kas desa. Beliau dinonaktifkan saat beliau mulai ditahan pihak Kejari tanggal 8 Maret 2011. Tanggal 3 Mei pihak Agus Santoso mengajukan penangguhan dan dikabulkan pihak Kejari.

Menurut‚Kuasa hukum Agus Santoso, Dion Leonardo, S.H, tanah yang diduga disalahgunakan Agus merupakan tanah warga. Apalagi dikuatkan dengan kepemilikan letter C dan letter B. Di catatan buku desajuga tercantum jika tanah tersebut milik perseorangan, bukan tanah kas desa. Keterangan dari Lurah lama juga mengatakan serupa. ¢‚¬“Kejaksaan sudah menyatakan tidak cukup bukti untuk meneruskan kasus ini, sehingga SP3 diberikan kepada klien saya.¢‚¬ Terangnya.

Semula Kejari mejerat Agus dan dua rekannya dengan pasal 2 dan pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Namun setelah diperiksa oleh BPK, belum ada kerugian dari pemerintah terkait tanah yang disengketakan.

Agus Santoso Bukan Koruptor

Agus Santoso, S.PSi. memang tidak terbukti bersalah. Oleh karena itu pihak Kejari Sleman mengeluarkan SP3 dengan Nomor: PRINT 2877/0.14/Fd.1/12/2011 pada tanggal 1 Desember 2011 dan diterima oleh pihak Agus tanggal 5 Desember 2011. Intinya bahwa‚Lurah Caturtunggal Tidak Terbukti Kasus Korupsi.

Isi dari SP3 tersebut menjelaskan bahwa‚Kepala kejaksaan Negeri (Kajari) Sleman, Juniman Hutagaol S.H, M.H, menyatakan menghentikan penyidikan atas tindak pidana yang disangkakan terhadap tersangka Agus Santoso, kerena tidak mendapat cukup bukti dengan ketentuan apabila dikemudian hari ada alasan baru penyidikan dapat dilakukan kembali terhadap tersangka.

Dalam gelar perkara di Kejaksaan Tinggi DIY pada Kamis 15 September 2011 disepakati bahwa perkara dengan aksposan (Agus Santoso) tidak bisa dilanjutkan ke penuntutan karena tanah yang menjadi obyek perkara tidak jelas. Kepala Kejari juga meminta tujuh jaksa yang semula memeriksa Agus agar menghentikan penyidikan. Selain Agus, pemilik tanah Sagiman dan kuasa hukumnya Nur Edi juga dibebaskan. Ia memerintahkan para jaksa supaya barang bukti berupa surat-surat dihapuskan dari register barang bukti dan dikembalikan kepada yang berhak.

Dengan dikeluarkannya SP3 ini maka jelas sudah bahwa Agus Santoso selaku Kades Caturtunggal nonaktif bebas dari segala tuduhan dan terbukti tidak bersalah. Kuasa hukumnya berharap kliennya mendapat rehabilitasi nama baik dari pihak Kejari dan segera mengaktifkan kembali statusnya sebagai Kades Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

Lurah Caturtunggal Tidak Terbukti Kasus Korupsi