Realita Hidup Kita Sesuai dengan Doa Kita

Realita Hidup Kita Sesuai dengan Doa Kita. Setujukah teman-teman dengan pernyataan saya tersebut? Memang semua yang ada di dunia ini tidak terjadi dengan kebetulan semata melainkan semua itu terjadi karena hasil doa kita sendiri. Doa kita adalah yang menentukan berhasil tidaknya segala impian dan cita-cita dalam kehidupan kita. Mengapa demikian?
Pernah mendengar pernyataan berikut? “Tuhan selalu mengabulkan doa hambaNya“. Apakah temen-temen semua bisa menerima pernyataan tersebut bahwa semua doa-doa kita diterima oleh Tuhan? Simpan jawaban temen-temen dalam hati saja. Mungkin ada yang bilang iya dan ada juga yang bilang tidak.
Sebenarnya Tuhan memang selalu mengabulkan semua doa-doa kita dan semua jawaban temen-temen itu memang betul adanya. Semua doa kita baik yang baik maupun yang buruk juga dikabulkan oleh Tuhan. Bahkan sebelum memintapun, doa kita sudah dikabulkan, semuanya sudah tersedia, kita hanya tinggal memosisikan diri agar frekuensinya sesuai dengan doa dan cita-cita kita. 
Mengapa demikian? Apa buktinya?
Halaman posting saya ini ada di depan temen-temen semua karena temen-temen pernah memintanya. Apabila temen-temen semua tidak pernah memintanya tidak mungkin halaman posting saya ini ada didepan temen-temen. Tuhan tidak mungkin salah menerima permintaan kita, hanya saja kita kadang tidak menyadarinya akan apa yang kita minta. Karena doa tidak hanya terletak di perkataan saja.
Betul. Wujud permintaan kita kepada Tuhan tidak hanya dalam ucapan atau perkataan saja. Jika kita diberi pertanyaan, “Apa yang kita minta saat kita sedang sakit?”. Secara alamiah dan spontanitas kita pasti menjawabnya, “Saya ingin sembuh”. Dan meskipun kita tidak menjawabnya lewat perkataan, dalam hati kecil kita sudah menjawabnya dengan cepat bahwa saya pasti ingin sembuh. 
Begitu juga untuk kondisi yang lain. Saat kita kurang duit, hati kita langsung minta uang berlebih. Saat kita kurang ceria, kita minta kesenangan dan kebahagiaan. Saat kurang harmonis dengan pasangan, kita ingin hubungan yang harmonis. Sebelum kita ucapkan dalam perkataan, Tuhan pasti sudah tahu permintaan kita dalam bentuk vibrasi. Agar menjadi relaita atau kenyataan fisik, kita harus tahu prosedur dan terampil menyelaraskan vibrasi itu dengan doa kita. Bisa diibaratkan mendownload file di internet, kita perlu tahu jenis file dan situsnya, begitu juga dengan koneksi internetnya. Semakin cepat koneksinya, sudah pasti semakin cepat file itu ada di komputer atau laptop kita.
Begitu juga dengan semua doa kita.Doa tidak hanya kata-kata. Perasaan dan pikiran dibalik kata-kata lah yang menentukan apakah vibrasinya cukup kuat dalam perwujudan apa yang kita minta. Kesimpulannya “Semua yang kita inginkan sudah disediakan oleh Tuhan kita, kita tinggal mensetting diri supaya berada dalam receiving mode“.
Saya akan melanjutkan pada posting berikutnya, saya ingin tahu bagaimana respon temen-temen dengan tulisan ini? Mohon meninggalkan komentar.
Semoga bermanfaat.

Doa Terkuat dalam Pikiran Kita

Sebelumnya saya telah menulis tentangÉ‚Äö†Berpikir Positif. Pada posting ini saya menyajikan tema serupa yang mana saat kita berpikir positif, kita telah memperkuat doa-doa kita menjadi kenyataan. Artikel ini saya ambil dari rekan kita Gheanez Reza yang menurut patut untuk kita renungkan.

Berikut petuahnya.

Setiap dari diri kita, memanjatkan doa merupakan ritual rutinitas..(mungkin)

Dari Doa yang kita panjatkan, tentunya ada yg dikabulkan oleh Tuhan dan ada yang tidak…atau malah sering kita mendapatkan kebalikkan dr doa yg kita haturkan..Sahabat, dalam setiap doa yang tak terkabul, kita suka menghibur diri dengan Kalimat :
Oh.. kali ini Tuhan belum mengabulkannya !

…..Benarkah demikian ? …Benarkah belum dikabulkan…? ….Yakinkah itu jawabannya ?

Bukankah :
Mintalah (berdoa) kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya.” (QS 40:60).

Tidak pernahkah kita berpikir, bahwa sesungguhnya kita salah dalam memanjatkan doa..

Proposal keinginan (doa kita) kepada Tuhan..sering kali masih kurang lengkap untukÉ‚Äö† disampaikan.. sehingga tertolaklah proposal kita….

simak Firman Allah :
Dan jika hamba-Ku meminta kepada-Ku, ketahuilah bahwa Aku dekat, Aku niscaya akan mengabulkan permintaan orang-orang yang meminta jika mereka benar-benar meminta.” (QS 2:186).

Allah Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..
Saya garis bawahi : JIKA MEREKA BENAR BENAR MEMINTA….

Doa Terkuat dalam Pikiran Kita

Doa Terkuat dalam Pikiran Kita

Bagaimana agar doa niscaya di kabulkan Tuhan ?
Saya tidak akan menjawab dari sudut pandang Agama (Ulama),
bahkan tidakÉ‚Äö† dengan doktrin2 normatif, karena itu bukan domain saya..Maaf…

Saya akan memberikan satu gambaran, dari sudut ilmu yang saya miliki Mind Empowerment ( Mind Technology)…

dan inilah prinsip-prinsip umum dari pikiran :
– Apa yang Anda pikirkan (secara Dominan), itu yang Anda dapatkan…
– Apapun yang masuk ke dalam pikiran bawah sadar, itulah yang akan menjadi realitas..
– Anda adalah apa yang Anda Pikirkan tentang Anda…

Hukum Pikiran :

” Anda akan mendapatkan aksi atau respon dari PIKIRAN BAWAH SADAR ANDA, sesuai dengan pikiran atau ide yang ada dalam PIKIRAN SADAR ANDA. Pikiran Bawah Sadar akan melakukan semua hal yang dibutuhkan untuk mewujudkan apapun perintah yang masuk kedalamnya.”

Nah, dalam istilah saya : Pikiran adalah Doa yang tak terucap, dan energinya jauh lebih kuat dari ucapan, karena Pikiran (akal) merupakan karunia Tuhan yang hanya diberikan kepada manusia sebagai makhluk yang disempurnakan.

== Kita dilahirkan tanpa senjata, Pikiran kita adalah satu-satunya senjata kita : Ayn Rand ==

Doa yang tidak terucap yang tersimpan dalam pikiran-pikiran dominan kita,
dilepaskan melaui getaran listrik otak dan beresonansi dengan energi listrik alam semesta, kemudian memantul kembali kepada kita dalam wujud fisik, ide, perilaku/sikap serta realita pengalaman yang sesuai dengan apa yang kita pikirkan. (The Law of Attraction/Hukum Tarik Menarik)

Mari kita coba renungkan :

“Bukankah Rezeki, Rahmat, Hidayah, Karunia, Ridho, Materi, dan segala sesuatu, sesungguhnya telah Tuhan tebarkan di muka bumi, seiring dengan bentuk penciptaan Alam semesta dan Makhluk hidup lainnya.. Jadi sesuatu yang kita minta tidak berada di langit, melainkan ada di alam semesta dan bumi yang kita pijak ini.”

Kaitan dengan itu, pernahkan terlintas dalam Pikiran Kita, bahwa Kapal Terbang, Komputer, Laptop, Handphone, Rumah, Mobil, Jabatan, Harta, Lagu, Nyanyian serta Materi lainnya telah Tuhan Ciptakan di muka bumi ini ? jauh sebelum para penemu dan penikmatnya mewujudkan dan merasakannya.

Apakah itu semua murni ide/ciptaan manusia? Bukan sahabat. Sekali lagi, Bukan…!!!

Tuhanlah yang menciptakannya dan menebarkannya di Alam semesta.. namun memang masih berupa inmaterial… benda/ide itu dapat diwujudkan oleh orang-orang yang Tuhan berikan karunia kepadanya.. Lho kok bisa ? How ?

Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan dibumi.

Bagaimana? Dengan memikirkannya secara kuat & benar (karena inilah do’a kita)

Materi/Ide tadi pastilah dimulai dari berpikir, ketika pikiran itu menguat dengan segala energi mental diri kita, maka sumber daya di sekeliling kita akan mendukung untuk mewujudkannya. Hal ini terjadi karena kekuatannya mendominasi pikiran, ucapan, sikap dan tindakan kita. Semakin sering kita memikirkannya dengan fokus, maka semakin termotivasi kita untuk mecapainya. Sehingga Tuhan melalui Alam Semesta, membantu mewujudkan sesuatu yang sesungguhnya telah Tuhan Ciptakan. Kepada siapa ? Kepada makhluk-Nya yang berpikir dengan pikirannya yang benar dan terarah/tekendali… tidak memandang suku ras dan agama…

Pikiran kita adalah doa kita. Maka pikiran kita mesti satu frekuensi & selaras dengan doa kita. Bila doa kita yang terucap tidak selaras dengan pikiran kita, maka yang akan di anggap sebagai doa adalah doa yang tidak terucap, yaitu pikiran kita. Sehingga bila ingin doa kita dipenuhi/dikabulkan Tuhan, maka doa kita harus selaras dengan pikiran kita, karena dalam pikiran itulah sesungguhnya kekutan doa kita berada.

UntukÉ‚Äö† itu saya ingin mengingatkan, pernahkah :

– Kita berpikir untuk bangun tengah malam sekitar jam 3, anehnya tanpa ada yang membangunkan anda atau tanpa jam weker, benar, anda bangun tepat seperti yang anda inginkan.
– Kita sedang berpikir tentang seorang teman yang sudah lama tidak berjumpa, tiba-tiba Hp/tlp kita berdering dan ternyata itu dia, atau saat kita maen ke mall kita berjumpa dengannya, atau mungkin tiba-tiba saja teman kita itu berkunjung ke rumah kita … heeem seringkali kita malah berujar ” Panjang umur, baru aja saya ngomongin/mikirin kamu !”
– Anda sedang khawatir pada sesuatu hal, dan benar, hal yang anda khawatirkan itu terjadi pada anda. Lalu dengan santai anda seringkali berujar ” Tuh kan, saya jg bilang apa ?”
– Atau anda pernah menginginkan suatu benda, dan tidak anda sangka anda mendapatkan hadiah dari orang tua anda, dan benda itulah yang anda inginkan..
– Sesuatu kejadian yang mungkin mirip-mirip dengan hal tersebut di atas.

Lalu, apakah semua itu hanya sekedar kebetulan ? Apakah anda masih percaya kebetulan ? Saya kira tidak!

Semua pasti berada dalam kendali dan kehendak Tuhan, dan kehendak Tuhan disebabkan permintaan dan sikap serta pemikiran kita. Semua ada penjelasan dan proses ilmiahnya. Hanya saja, kita kurang menelaah dan mempelajarinya.

Dalam hidup ini seringkali kita dikendalikan oleh pikiran kita, bahkan menurut Deepak Chopra kita memproduksi lebih dr 65.000 pikiran dan kata setiap hari. Kabar buruknya adalah, + 65% dr pikiran dan kata itu adalah negatif…

Pehatikan :

– Duh saya ini tolol amat ya ! Gitu aja kok gak bisa…
– Hari ini aku malas banget kerja nih…
– Kenapa ya, setiap kali aku bicara di depan umum pasti tegang dan grogi…
– Aduuuh, aku ini pelupa banget sih… td aku simpen kunci dimana ya ?
– Aku kalo makan udang suka gatel lho…
– Duh kok tiap hari kepalaku pusing terus ya…
– Duh kok perutku muless mulu sih…
– Temen-temen kok sering banget bikin aku bete ya…
– Pulang nanti banjir gak ya…
– Saya itu kalo membaca buku.. sring ngantuk..
– Saya ini gak bisa konsenterasi Mas…jadi sulit untuk fokus..
– Aduh aku ini suka gak ada waktu kalo ikut seminar pengembangan diri Mbak..
– Kenapa ya Mas, kalo saya coba mulai usaha, selalu aja gagal, apa saya gak bakat berdagang ya ?
– dst dst…

Tahukah anda, itu adalah doa kita, maka itulah yang kita dapatkan dalam kehidupan kita.

Kabar Baiknya ?

Sebenarnya Kita tidak harus mengendalikan seluruh pikiran kita yang mencapai 65.000 itu.

Yang perlu kita lakukan hanyalah memperkuat pikiran-pikiran dominan kita,
dengan mengarahkan pikiran dominan kita pada bahasa-bahasa positif yang memotivasi kita, yang mendukung keberhasilan hidup kita.

Kita ingin mengendalikan hidup kita? Maka kendalikan pikiran-pikiran dominan kita.

( “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” QS Ar ra’d : 11)

Maka untuk menggapai kehidupan yang lebih bermakna dan bermanfaat, mulailah untuk mengubah diri ke arah yang lebih baik dengan mengisi/melatih bahasa dan pemikiran yang mendukung pikiran-pikiran dominan kita saat ini dengan program keberhasilan dan positif. Karena sesungguhnya DOA kita berada dalam PIKIRAN KITA dan siap untuk diwujudkan oleh Tuhan.***

OOT, Jika ini diterapkan dalam mempertahankan sebuah hubungan, tentunya sebuah hubungan akan terus harmonis dan langgeng jika masing-masing memiliki pikiran positif. Dan sesuai dengan hukum pikiran bawah sadar, alam bawah sadar kita lebih kuat dalam menyimpan kata-kata negatif daripada kata-kata positif. Sepuluh kata positif bisa dikalahkan satu saja kata negatif. Sehingga bisa saya jamin jika salah satu pihak merasa takut jika terjadi perpisahan, maka itulah doanya dan itulah yang terjadi.

Aku sangat takut jika besok saya berpisah dengan dia“. Maka seluruh alam semesta akan mengamininya, dan gelombangnya kembali kepada Anda untuk merealisasikan ketakutan tersebut. Jadi menurut saya dalam menjalin dan mempertahankan sebuah hubungan, boleh merasa takut untuk berpisah tapi jangan sedikitpun ada rasa takut itu yang berlebihan sampai ke alam bawah sadar kita.

Aku kan cewek, jadi ya lebih mudah sensitif dong, wajar kan?” Itulah doa kalian, jangan sampai membiarkan diamini banyak orang dan alam.

Begitu juga jika dalam menjalin sebuah hubungan pikiran kita malah selalu tertuju pada orang lain, bukan pasangan kita. Tentunya ikatan batin keduanya akan mulai renggang dan bisa dipastikan bagaimana endingnya.

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat hendaklah ia mengucapkan kata-kata yang baik atau hendaklah ia diam” (HR.Bukhari Muslim).

by Gheanez Reza

Semoga menginspirasi