HP Mini 210-2103TU Raspberry dan Asus EeePC 1015PEM

Sejak bulan desember kemarin adik saya minta di belikan netbook baru. Tetapi saat itu saya sarankan agar menunggu pameran karena pasti harganya lebih murah. Informasi yang saya dapat dari temen yang bekerja di showroom Dell bulan Januari akan ada pameran komputer. Namun ternyata diiundur sampai Februari ini. Untung adik saya mau bersabar. Pameran komputer di JEC kemarin diadakan dari tanggal 5 sd 9 Februari. Tanggal 7 saya kesana untuk survey harga dan tanggal 9 eksekusinya. Setelah meminta pertimbangan pilihan final tertuju pada HP Mini 210-2103TU – Raspberry, Asus EeePC 1015PEM dan printer Canon Pixma MP258.

HP Mini 210-2103TU – Raspberry

Netbook tipe ini merupakan produk limited edition dari HP Mini. Detail spesifikasinya adalah :

Platform : Netbook
Processor Type : Intel Atom Processor
Processor Onboard : Intel Atom Processor N550 (1.5 GHz, Cache 1 MB)
Chipset : Intel NM10
Standard Memory : 1 GB DDR3 SODIMM PC-10600
Max. Memory : 1 GB (1 DIMM)
Video Type : Intel Graphics Media Accelerator 3150 256 MB (shared)
Display Size : 10.1″ WSVGA LED
Display Max. Resolution : 1024 x 600
Display Technology : Anti-glare LED
Audio Type : Integrated
Speakers Type : Integrated
Floppy Drive : Optional
Hard Drive Type : 320 GB Serial ATA 5400 RPM
Optical Drive Type : Optional
Modem : Optional
Networking : Integrated
Network Speed : 10 / 100 Mbps
Wireless Network Type : Integrated
Wireless Network Protocol : IEEE 802.11b, IEEE 802.11g, IEEE 802.11n
Wireless Bluetooth : Integrated
Keyboard Type : QWERTY 80 keys

  • 93% Full Size Island-Style Keyboard

Input Device Type : Touch Pad
Slot Provided : Optional
Card Reader Provided : SD, MMC, Memory Stick / Stick PRO
Interface Provided : 3x USB 2.0, VGA, LAN, Audio

  • Webcamera
O/S Provided : Microsoft Windows 7 Starter
Battery Type : Rechargeable Lithium-ion Battery

  • 6-Cell

Power Supply : External AC Adapter
Dimension (WHD) : 26.8 x 2.28 x 19.1 cm
Weight : 1.4 kg
Standard Warranty : 1-year Limited Warranty by Authorized Distributor

Pasang iklan jual beli : Jual HP mini 210-2103TU - Raspberry

Pasang iklan jual beli : Jual HP mini 210-2103TU - Raspberry

Sebelumnya saya kurang rekomend untuk membeli tipe nebook ini, karena harganya termasuk mahal dengan spesifikasi tersebut diatas. Namun karena ini sudah menjadi pilihan adik saya jadi saya harus membelikannya. Saat saya bertanya ke spgnya seri ini adalah keluaran terbaru dan baru dikeluarkan saat pameran kemarin ini. Limited edition untuk hari Valentine sehingga warna dan desainnya cewek banget.

Yang menarik perhatian saya setelah saya hidupkan di kos, ternyata seri ini mempunyai sistem tool start up sebelum masuk windows. Setelah kita hidupkan netbook dengan menggeser power di bagian kanan maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini. (Foto saya ambil dari Engadged karena memakai kamera saya hasilnya kurang jelas)

Startup Log on HP mini 210-2103TU - Raspberry

Asus EeePC 1015PEM white

Asus EeePC 1015PEM white

Setting network HP Mini 210-2103 Raspberry

Setting network HP Mini 210-2103 Raspberry

Windows mini ini mampu melakukan beberapa aplikasi yang secara umum berbasis online. Kita bisa mengirim email, browsing, chatting, skype, calendar, memutar lagu favorit, membuka foto favorit, dan games (online). Aplikasi ini juga bisa bekerja secara multitasking.

Pada bagian setting lumayan lengkap untuk beberapa pengaturan seperti date&time, input language, language&keyboard, network, environment setting, screen setting, volume control dan applications.

Pada setting network kita bisa memilih 4 tipe koneksi yaitu WiFi, LAN, DSL dan 3G. Saya bingung dengan slot 3G ini tempatnya dimana karena di blog tetangga mereview ada slot untuk 3G. Setelah saya buka ternyata slot sim 3G ini terdapat di belakang batere. Jadi jika ingin browsing, chatting dan aktivitas online lainnya kita bisa memakai windows mini ini, tidak perlu masuk ke Windows 7 Starternya.

Jika ingin masuk ke Windows cukup menekan tombol start windows bagian kiri bawah seperti tombol start windows. Disampingnya ada tombol turn off untuk mematikan dan home untuk kembali ke halaman depan.

Namun ada sedikit masalah dengan netbook ini. Ternyata dari toko hardisnya tidak dipartisi sehingga hanya muncul drive C dan Recovery. Setelah saya coba partisi menggunakan bootable CD semacam MiniPE yang support untuk windows vista dan 7 ternyata tidak berhasil. Kita berhasil meresize drive C dari 280GB menjadi 80GB. Namun free space sisanya menjadi unallocated dan tidak bisa di create drive baru. Berulang kali dilakukan dengan bootable yang berbeda tetap hasilnya nihil sehingga saya kembalikan lagi ke size semula 280GB.

Saat itu langsung saya buatkan Ghost untuk sistemnya. Temen-temen juga silahkan melakukan hal serupa karena akhir-akhir ini sedang menyebar virus lokal yang saya sendiri kurang tau namanya. Namun temen-temen di Jogja sudah banyak yang menjadi korbannya. Virus tersebut menciptakan banyak shortcut di setiap folder di hardis kita. Yang lebih heran lagi kata temen teknisi laptop virus itu bisa menyebar hanya dengan menggeser mouse saja. Saya masih penasaran dengan kebenarannya. Mungkin temen-temen ada yang sudah mengetahui informasi ini.

Jika kita sudah mempunyai backup sistem berupa Ghost ini, sewaktu-waktu netbook error kita tidak perlu khawatir. Langsung kita restore saja systemnya menggunakan Ghost tersebut.

Asus EeePC 1015PEM

Untuk seri ini tidak ada hal khusus dibandingkan seri netbook yang lain. Pilihan saya ke netbook seri ini karena harga. Dibanding dengan stand-stand lain hanya selisih 50 ribu saya sudah membawa pulang netbook dengan RAM DDR3 2 GB. Lumayan berhemat hampir 200 ribu. Padahal stand lain dengan selisih 50 ribu masih 1 GB. Dan seri netbook ini adalah DOS yaitu non OS sehingga kita bisa bebas mau memasukkan OS apapun ke netbook kita.

Asus EeePC 1015PEM white

Asus EeePC 1015PEM white

Buat temen-temen sebaiknya saat membeli netbook pilih yang Non OS saja. Bundling OS itu hanya untuk keamanan berinternet saja dan agar lolos saat ke bandara. Banyak temen saya yang menggunakan windows 7 Starter netbooknya masih terasa lambat. Jadi saran mereka lebih baik membeli Non OS kemudian di instal Windows 7 Ultimate.