Penambahan Gambar pada HTML

Melanjutkan posting-posting saya terdahulu yaitu mengenai Apa HTML itu? dan‚ Dasar-Dasar HTML kali ini saya akan membahas tentang Penambahan Gambar pada HTML. Penambahan gambar merupakan hal yang sangat penting untuk dikuasai oleh seorang blogger karena setiap saat kita akan dihadapkan dengan ini semua.
Langsung saja pada pokok permasalahan, disini saya akan memberikan contoh langsung beserta penjelasannya. Gambar-gambar dapat digunakan untuk membuat halaman Web anda berbeda dengan yang lain dan sangat membantu anda dalam menyampaikan pesan anda. Cara mudah untuk menambahkan gambar adalah dengan menggunakan tag <img>. Mari assumsikan bahwa anda memiliki sebuah gambar dengan bernama “peter.jpg” di folder/directory file HTML anda. Gambar tersebut tingginya 200 pixel dan lebar 150 pixel.
<img src=”peter.jpg” width=”200″ height=”150″>
Attribut src anda beri nama file gambar tersebut. Width dan height tidak diwajibkan tetapi membantu mempercepat tampilannya di halaman Web anda. Sesuatu masih kurang! Orang yang tidak dapat melihat gambar membutuhkan deskripsi yang mereka bisa baca sebagai penggantinya. Anda bisa menambahkan penjelasan singkat sebagai berikut:
<img src=”peter.jpg” width=”200″ height=”150″

alt=”Teman saya Peter”&gt;

Atribut‚alt digunakan untuk memberikan deskripsi singkat, dalam hal ini “My friend Peter“. Untuk gambar yang kompleks, anda mungkin perlu menambahkan deskripsi yang lebih panjang. Dengan asumsi bahwa hal ini telah tertulis pada‚file “peter.html“, anda dapat menambahkan hal berikut menggunakan atribut longdesc:
<img src=”peter.jpg” width=”200″ height=”150″
alt=”Teman saya Peter” longdesc=”peter.html”>
Anda dapat membuat gambar dengan berbagai cara, sebagai contoh dengan sebuah digital kamera, dengan mengscan sebuah gambar, atau membuatnya dengan menggunakan program untuk menggambar atau melukis. Kebanyakan browser mengerti format gambar GIF dan JPEG, browser baru juga mengerti format gambar PNG. Untuk menghindari waktu yang lama ketika gambar tersebut di download melewati jaringan, anda sebaiknya menghindari penggunaan file gambar yang besar.

Secara umum,‚JPEG paling baik digunakan untuk photo dan gambar lain yang sejenis, segankan‚GIF dan PNG baik untuk gambar seni yang melibatkan warna yang datar, garis dan tulisan. Ketiga format mendukung opsi untuk di render secara bertahap (progressive rendering) dimana gambar kasarnya diperlihatkan dahulu lalu secara perlahan di haluskan.

Selamat Mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jawab Dulu: