Nilai Diri, Harga Diri Kita

injak motivasiSalam blogger rekan-rekan semua. Saya hadir kembali untuk posting artikel di blog ini. Maaf sebelumnya lama tidak posting artikel karena ada aktifitas offline di kampus dan mengurus blog saya satunya yaitu WBC. Pada posting kali ini saya akan mengangkat sebuah cerita sederhana yang temen-temen bisa ambil maknanya, bukan dari sederhananya cerita.

Ada sebuah cerita, dimana ada seorang kakek yang sedang duduk di taman kecil. Ada beberapa anak kecil yang sedang asyik bermain dan bercanda dengan sesamanya. Kakek itu bangun dan menghampiri anak-anak tersebut dan memberi penawaran kepada mereka, “Siapa diantara kalian yang mau saya kasih uang Rp 100.000,- ini ?”. Anda bisa menebak, seluruh anak tersebut mengacungkan tangannya dan berusaha berebut tangannya yang paling tinggi. 

Ditengah ributnya anak tersebut, si Kakek berkata lagi, “Saya akan memberi uang Rp 100.000,- ini jika kalian semua melihat dulu apa yang akan saya lakukan pada kertas ini”. Kakek langsung meremas-remas melumat uang kertas itu sampai lusuh dan lecek. Kakek mengajukan pertanyaan lagi, “Siapa yang masih mau uang ini ?” Semua anak-anak itu masih tetap mengacungkan tangannya dengan semangat.

“Bagaimana kalau uang ini Kakek injak-injak?” tanya si Kakek lagi. Si kakek langsung menginjak-injak uang tersebut di tanah dan di pasir sampai kotor dan kemudian mengambilnya lagi. “Siapa yang masih menginginkan uang ini?”. Tetap seperti tadi,  semua anak-anak mengacungkan tangannya. Hal ini mengundang semua yang ada di taman dan mereka semua juga berebut untuk mendapatkan uang itu,  hampir semua dari mereka juga ikut mengacungkan tangan mereka.
Nah temen-temen, apa yang bisa kita ambil dari cerita tersebut diatas?
Meskipun sederhana, namun cerita diatas mempunyai pelajaran yang sangat berharga. Apapun yang dilakukan oleh Kakek itu terhadap uang kertas Rp 100.000,- tersebut, semua orang yang ada di taman itu tetap menginginkan uang itu sekalipun lusuh, kotor dan lecek. Karena apa? karena uang kertas tersebut masih tetap berharga Rp 100.000,-.
Seringkali, di dalam kehidupan kita sehari-hari kita kadang merasa lusuh, kotor, tak berguna, tertekan, terpojok, terinjak-injak, tak berdaya dengan kondisi ada pada diri kita dan sekeliling kita, pada segala keputusan yang telah kita ambil terkadang kita merasa rapuh. Seringkali kita mengeluhkan akan semua cobaan, ujian, rintangan yang telah di berikan. Merasa tak berguna dan tak berharga di hadapan orang lain. Kita sering merasa tersisihkan, tersepelekan, terasing, teracuhkan oleh keluarga, sahabat, teman, rekan kerja dan lingkungan kita lainnya.
Namun, PERCAYA DAN YAKINLAH  bahwa apa yang akan terjadi, pasti akan terjadi sesuai dengan kehendak-Nya. Apapun itu, apapun situasinya kita tidak akan pernah kehilangan nilai diri kita di mata Allah. Bagi-Nya lusuh, kotor, terhina, ternoda seperti apapun pasti ada pintu maaf dari-Nya.
Nilai diri kita, harga diri kita tidak dilihat dari apa yang kita pakai, dari apa yang kita dapatkan. Tetapi nilai diri kita dilihat dari perangai kita, sikap kita, tingkah laku kita, akhlak kita. Seberapapun kita diinjak-injak, dicemoo, direndahkan tidak akan mengubah nilai diri kita jika kita tetapi commit dan konsisten menjaga tingkah laku dan akhlak kita.
Akhlak adalah bunga dari kehidupan kita, menunjukkan seberapa bernilainya kehidupan kita ini. Dengan akhlak, rasa sayang, rasa senang dan rasa nyaman akan selalu mengikuti kita dan itu merupakan modal kita untuk bangkit.
Orang yang tidak mempunyai akhlak, meskipun dia bertahta setinggi apapun, tetap tidak ada nilainya. Meskipun cantik tetpai sikapnya buruk dan tidak berakhlak, maka kecantikan itu tidak akan berguna baginya. Begitu juga orang yang diamanahi dengan pangkat yang tinggi, dia akan dibenci jika tidak mempunyai akhlak dalam dirinya.
Bagaimana dengan kehidupan temen-temen? Bagi temen-temen yang merasa seperti uang  kertas tadi  yang lusuh, kotor, ternoda, tidak berharga sama sekali. Tetapi ternyata kita masih banyak dibutuhkan oleh semua orang. Kita masih tetap bernilai seperti apa kita sebelumnya dan bahkan bernilai lebih. Rasanya bangkit adalah sesuatu yang wajib untuk kita. Ternyata kita melebihi dari apa yang kita. Jadi sadarlah, bahwa kamu adalah orang yang sangat bernilai yang memberi banyak nilai positif untuk kehidupan orang lain. Mulai dari sekarang, hari ini, detik ini. Kebangkitanmu dan kesuksesanmu dimulai dari sekarang.
Semoga kita termasuk orang yang selalu menjaga sikap dan akhlak kita.
Salam super.

8 thoughts on “Nilai Diri, Harga Diri Kita

  1. artikel yg inspiratif
    salam kenal bro

    tema blognya rada mirip dgn blog saya ada spiritual,bisnis dan IT

  2. nice bro. . betul betul betul . .

    hehe

    tukeran link yuk? rajin2 aja komentar di blogku.
    dapet backlink gratis. .

  3. Kulonuwun kang Dani… Numpang kenal, saya eko cah Semin kulon Manyaran Wonogiri. Artikelnya bagus, juga blognya. mmmbok saya diajari bikin menu horizontal di blogspot!. Bisa kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jawab Dulu: