Mau Dibawa Kemana Kepandaian Kita

Agaknya nilai afektif yang didapatkan sewaktu di bangku sekolah maupun dalam bermasyarakat semakin luntur pada sebagian orang. Mereka hanya menyerap nilai-nilai kognitif yang membuatnya menjadi pandai dalam hal akademik. Semoga kita tidak termasuk dalam kaum tersebut.

Akhir-akhir ini indikator tentang degradasi moral tersebut mulai nampak di hadapan kita dimana orang yang pandai menyalahgunakan kepandaiannya untuk kepentingan pribadinya yang menyimpang. Saya contohkan dua wanita yang dianugerahi paras yang cantik, kepandaian yang lebih maupun kedudukan yang strategis menyalahgunakan aset yang dimilikinya tersebut. Dua wanita tersebut adalah (DM)ƒβ€š karyawan Citi Bank dan Selly yang buron sejak setahun yang lalu karena kasus penipuan. Keduanya sudah ditangkap dan sedang menjalani proses penyelidikan.

Karyawati Citi Bank

DM Vice President Citi Bank

DM yang sudah menjabat sebagaiƒβ€š Vice President Citi Bank memanfaatkan jabatan tersebut untuk mengeruk keuntungan dengan cara mengaburkan transaksi-transaksi nasabah yang dikuasainya dan mengalirkannya ke rekening pribadinya. Dengan kepandaian dan kekuasaannya dia berhasil membobol sekitar 17 Milyar uang nasabahnya. Ternyata tidak hanya pejabat di lingkungan pemerintah yang menyalahgunakan jabatannya sampai angka segitu besar.

Gede banget ya?? (jumlah uangnya maksudnya :mrgreen: )

Sedangkan Selly yang sejak tahu lalu menjadi buron, sampai saya sering menemui grup-grup facebook yang berisi umpatan untuk Selly karena aksi kejahatan tersebut. Selly dianggap sebagai wanita berparas cantik dan penipu ulung. Puluhan orang berhasil menjadi korbannya. Dengan aset yang dimilikinya kecantikan, kepandaian, pandai berbicara, meyakinkan korbannya inilah dimanfaatkan untuk mendapatkan pinjaman uang dari korbannya. Selly yang berpura-pura sebagai wartawan kompas melncarkan aksinya untuk mengelabui korbannya sampai berhasil menipu pejabat.

Meskipun hanya 2 contoh diatas (karena memang 2 cewek tersebut yang sedang hangat

Selly Yustiawati sang Penipu Ulung

Selly Yustiawati sang Penipu Ulung

dibicarakan saat ini), namun bisa sedikit kita tarik kesimpulan bahwa kepandaian yang kita miliki bisa jadi itu malah menjadi pedang yang sangat tajam bagi diri sendiri dan orang lain jika kita tidak mempunyai pondasi yang kuat akan nilai-nilai agama.

Bahkan menurut psikolog dari polri menyatakan bahwa Selly mempunyai kecenderungan mempunyai kepribadian yang superior dan berhasrat untuk menguasai apa yang diinginkannya, bukan sekedar materi semata melainkan sebuah pengakuan bahwa dirinya lah yang kuat. Dia tentu akan semakin bangga dengan melihat semakin banyaknya orang menyebut dirinya. Terlihat jelas pada siaran televisi saat Selly diinterogasi dia terkesan tidak merasa bersalah dan sangat pandai mempermainkan kata-kata memberi kesan bahwa dia dari kalangan terpelajar. Ada penyimpangan kepribadian dalam dirinya yang menurut psikolog tersebut adalah wujud dari akumulasi rasa trauma dan takut akan sesuatu yang membuatnya menjadi meledak.

Sedangkan untuk kasus DM dengan status Vice President tentu penghasilan yang didapatnya lebih dari cukup bahkan lebih untuk dia. Namun kenapa masih melakukan tindak kejahatan tersebut dan mencapai angka yang cukup mencengangkan. Bisa kita diskusikan bersama.

Gambaran yang muncul lainnya yang lebih besar dan berkaitan dengan mental bangsa adalah konten penyiaran di pertelevisian kita. Banyak sekali acara-acara tv yang tidak bisa saya sebutkan disini tidak mempunyai nilai-nilai pendidikan yang baik untuk generasi penerus kita. KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) menyebutkan banyak sekali acara televisi yang hanya mengejar rating dan keuntungan namun tidak memperhatikan sisi edukasi di dalamnya. Bahkan orang-orang pandai yang berada di balik pertelevisian Indonesia memanfaatkan media ini sebagai media politisnya. Kita semakin terkaburkan mana informasi yang baik untuk kita mana yang hanya sebagai pengalihan perhatian semata. Anda bisa mengamatinya sendiri apakah acara tv favorit Anda termasuk yang diatas.

Saat ini KPI sedang mengupayakan filterisasi terhadap konten acara televisi. Acara-acara yang dirasa tidak layak untuk dikonsumsi publik akan dicabut peredarannya dan merumuskan peraturan baru. Jika Anda punya kritik pada sebuah acara televisi bisa langsung diadukan langsung kepada KPI.

Finally, mari kita manfaatkan kepandaian yang kita miliki sebagaimana mestinya. Jangan seperti yang saya sebutkan diatas karena hal tersebut hanya bersifat sementara.

71 thoughts on “Mau Dibawa Kemana Kepandaian Kita

  1. Jadi pintar itu gampang, namun ndidik moralnya yang lumayan berat. Musti ati-ati tuh. :)

    Ada baiknya pendidikan agama ditanamkan sedini mungkin, sebagai benteng ketika si anak dewasa kelak agar gak jadi orang pinter tapi minterin orang. :)

  2. dilihat dari perilakunya selly itu masuk kategori psikopat. Salah satu cirinya adalah mampu memanipulasi orang lain. Dan biasanya seorang psikopat memang idientik dengan kepadaian. Tapi tidak dilengkapi dengan kematangan emosi

    • Betul banget mas… psikopat ulung yang cantik,hehe…
      Temen kuliah temen kos juga ada yang psikopat dan ketahuannya pas akhir semester setelah ujian skripsi akhirnya kelulusannya ditahan…

    • @bukan detikcom
      Seorang psikopat belum tentu dapat memanipulasi orang lain.
      Seorang psikopat juga tidak harus identik dengan kepandaian, bisa di artikan bisa menjadi psikopat karena ada faktor lainnya dan itu 60% real dari psikiater dunia, yaitu pengaruh tekanan.

        • Ya benar, sebenarnya psikopat tidak pandai memanajen pengendalian.
          Aku dulu punya rujukan dari dr maulana FKUI tentang psikopat namun maaf aku lupa websitenya kalau ga salah masih ada di kompas.com

          Agar lebih memahami sebenarnya psikopat itu apa sih? karena kita tidak bisa mengklaim seseorang psikopat tanpa ada nilai pengetahuan karena psikopat lebih ke gangguan jiwa dan mental. Kasihan yang di klaim tersebut, nanti sarah cari lagi websitenya dr maulana maaf aku lupa ka..

  3. Saya setuju dengan pendapat bahwa menjadi orang pintar gampang, tapi menjadi orang yang jujur sangat sulit…terjadinya degradasi moral yang sedang melanda negeri ini membuktikan bahwa pondasi pendidikan kita ada yang keliru…

    menurut saya sebelum seorang anak belajar tentang matematika, bahasa dan ilmu lainnya, harus dimulai dengan pendidikan akhlak yang baik yang bersumber dari islam…sahabat setuju??

    • Setuju gan.. Menjadi leader bisnis pun juga begitu akan lebih efektif memberdayakan seseorang yang jujur dan dididik untuk terampil daripada mempekerjakan orang yang pandai..
      Insan pendidikan seperti guru harus paham betul bagaimana memberikan teladan yang baik pada anak didiknya. Karena pendidikan yang efektif adalah keteladanan. Jangan sampai terjadi lagi guru-guru yang moralnya malah kurang bagus…

  4. makanya sekarang banyak sekolah2 yang mengedepankan nilai agama…
    tapi banyak juga yg menghiraukannya..
    smoga Indonesia bisa bangun tanpa orang2 sperti itu.

  5. Ulasan yang menarik mas. Banyak orang pintar, tapi sayangnya, kepintaran tersebut digunakan untuk merugikan orang lain. Itulah jadinya jika kepribadian manusia belum seimbang. Sisi moral dan spiritualnya tidak berkembang pesat sebagaimana sisi intelektualnya. Bahkan malah mengalami penyimpangan kepribadian pada akhirnya.

  6. Pengaruh kecerdasan seseorang menurut sarah adalah pola pikir, namun pola pikr bisa di bagi menjadi dua yaitu baik dan buruk.
    Orang tua lah yang berperan sejak untuk menjadikan seorang anak mempunyai pola pikir yang baik dengan memberikannya pendidikan sejak dini, yang tentu saja harus balance antara akidah dan dunia, antara dunia dan akhirat, antara hubungan manusia dan Tuhan.

    Semoga berkah kecerdasan yang di berikan oleh Tuhan tidak semata2 untuk kepentingan pribadi, namun untuk umat, orangtua, agama dan bangsa selama kecerdasan itu bermanfaat.
    Amin

  7. bner.. .
    harus dimanfaatkan sebaik2nya..
    jangan buat jadi penjahan .. sperti pisau bisa digunakan untuk membunuh orang bisa juga untuk memotong buah

  8. brow besok sabtu aku ma triunt mo kejogja kopdar blogger idblognetwork? kopdar blogger wonogiri sekalian gimana? kali aja kamu ada waktu?

  9. Wah saya jad salut dengan postingmu dHan.
    Tap memang betul, dunia pertelevsian d tanah air ini masih memprihatinkan.

    Jangankan Tv yg sudah jelas-jelas komersil, stasiun tivi yang katanya terdepan mengabarkan berita-pun, dalam beberapa aspek, masih sering memprihatinkan.

    • Bahkan website stasiun tersebut dihack dan diubah taglinenya menjadi terdepan melebaykan,hehe…
      Jika dibandingkan dengan penyiaran luar negeri ada yang menyebut penyiaran negeri ini masih ababil, gmn tuh?

  10. Sekali lagi terbukti kalau kepandaian Otak dan IQ bukanlah sebuah tujuan akhir. namun juga harusnya dibarengi dengan pendidikan dan peningkatan mutu moral dan akhlak. ingat bahwa bangsa ini bisa maju jika mampu menggabungkan ilmu dan akhlak menjadi sebuah sinergi yang baik…

    • Dan sekarang ilmu psikologi semakin berkembang pesat dan mementahkan teori-teori sebelumnya. Dulu yang hanya mengagungkan kepandaian/IQ seseorang (Otak Kiri) mulai dimentahkan masih ada otak kanan dan masih ada lagi baru2 ini tentang kinerja otak tengah…
      Dulu tahap tertinggi dalam hidup manusia adalah aktualisasi diri sekarang sudah ada yang lebih tinggi yaitu peak experience, diakui sendiri oleh pakar psikologi tahap tertinggi ini adalah tahap dimana sisi spiritualitas sangat mendominasi.. Orang yang bisa mencapai tahap ini pasti akan damai hidupnya.. mereka yang paham betul akan hati dan Tuhan Nya…

  11. Orang pandai terkadang bingung mau dibawah kemana kepandaiannya….dan yang disayangkan malah disalahgunakan untuk kejahatan….banyak juga kan penjahat2 dunia maya yang karena terlalu pandai jadi suka main bobol2an πŸ˜›

    he he he

      • itu cuma kebetulan saja saya ngasih contohnya dua wanita yang sedang hangat jadi buah bibir… tak menutup kemungkinan banyak para pria yang juga memiliki tipikal yang sama dengan yang saya contohkan tersebut…

  12. Padahal selain cantik mereka juga pinter lhoo… cmn salah arah aja, inget kata bang napi… kejahatan bukan hanya krn ada niat tapi krn ada kesempata hehehe πŸ˜€

  13. Banyak orang yang salah mempergunakan kelebihan mereka, mungkin juga mereka menggunakan ‘aji mumpung’.. πŸ˜€
    Semoga kita bisa mempergunakan apa yang kita miliki dengan bijak dan sebaik2nya.
    Salam

  14. banyak yang menyalahgunakan kepandaian, kekuasaan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri….semoga org2 spt itu cepat bertobatt

  15. Begitulah hasil pendidikan masa lalu, terus apakah kita akan tetap mempertahanlan sistem yang hanya memperhatikan kognitif saja….
    Jika Ya, maka bersiap-siaplah masuk lubang yang sama…..(akan hadir penipu-penipu ulung yang lain)

  16. iya yah,sayang bngt cntik2 tp kelakuannya bejat.artikel2 mu bagus2 gan,kenapa ga buka jasa penulis konten aja?atau bikin buku (novel,tips,dll).its recommended dh πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jawab Dulu: