Kebiasaan Menunda

“Nanti dulu, ah…” atau ¢‚¬“Masih ada waktu, khan?¢‚¬“ mungkin merupakan dua kalimat yang sering kita lontarkan. Karena apa? Karena kita ingin menunda-nunda pekerjaan. Entah itu belajar, menunda kebiasaan untuk berhenti merokok, menunda pekerjaan ataupun menunda waktu shalat. Padahal bila telepon genggam kita berdering, kita langsung saja menyambarnya, ¢‚¬“Hallo…¢‚¬ Astaghfirullah. 
Menunda-nunda memang seperti wabah demam. Siapa yang tidak tahu buruknya menunda, namun siapa pula yang tak pernah menunda-nunda? Anda dan juga saya sekali waktu pasti pernah melakukannya. Bener nggak?
Sahabat, tentu Anda pernah mendengar bahwa ¢‚¬œwaktu ibarat pedang¢‚¬„¢. Kalau kita tidak pandai memanfaatkannya, jadilah dia musuh kita, mendzolimi kita. Namun sebaliknya, bila kita pandai memanfaatkannya, dia adalah sahabat yang baik.

Kalau orang Barat bilang, ¢‚¬œtime is money¢‚¬„¢. Waktu itu berharga lho! Allah SWT juga telah mengingatkan kita seperti tercantum dalam surah Alam Nasyrah ayat 7: “Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain.”
Oleh : Chichi Sukardjo
Sumber : ESQmagazines

10 thoughts on “Kebiasaan Menunda

  1. Betul sekali mas. Menghormati orang tua bukan hanya orang tua kandung kita, tapi, juga menghormati semua orang tua didunia ini.

    Karena setiap kebaikkan kita akan berakibat baik juga untuk kita.

    • Iya betul banget mas… jangan sampai kita menyesal belum sempat membahagiakan mereka…

      Wah nendang gimana ni mas,hehe…

      Maaf jarang q update mas, masih sibuk di offline.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jawab Dulu: