Hari Lingkungan Hidup Dunia 2011

Hari Lingkungan Hidup Dunia 2011. Hari ini tepat tanggal 5 Juni merupakan hari ditetapkannya hari lingkungan hidup dunia (World Enviroment Day). Banyak sekali event-event untuk mengapresiasi upaya-upaya untuk sadar akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan yang kita tempati saat ini. Peringatan ini sebagai momentum penting untuk merangsang kesadaran publik akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan ini bumi ini.

Tema Hari Lingkungan Hidup Dunia

Tema pada hari lingkungan hidup dunia tahun 2011 adalah “Forests: Nature at your Service”. Untuk tahun ini dipusatkan di kota New Delhi, India.

Di Indonesia tema peringatan hari lingkungan hidup dunia ini yaitu “Hutan Penyangga Kehidupan”.

Tema-tema tersebut tentu sangat sesuai dengan deklarasi PBB yang menetapkan bahwa tahun ini sebagai Tahun Hutan Internasional (International Year of Forest)dengan temanya Forest for People.

Hari Lingkungan Hidup Dunia

Hari Lingkungan Hidup Dunia

 

 

 

Hutan-hutan kecil sangat dibutuhkan untuk menjaga ekosistem yang makin punah.

Apalagi untuk daerah jogja bagian utara yang alamnya rusak parah diterpa bencana meletusnya gunung Merapi. Pohon-pohon di hutan lereng gunung merapi bisa dipastikan lebih dari 80% terbakar oleh tumpahan lahar dan abu panas Merapi. Banyak hewan-hewan liar juga ikut menjadi korban. Yang tersisa adalah lautan pasir Merapi yang meratakan daerah sekitarnya.

Yang menjadi percontohan saat ini adalah pemerintah China yang telah berhasil meningkatkan laju pertambahannya hutannya sebanyak 2,2 % pertahun. Sedangkan kalau dibandingkan di Indonesia justru sebaliknya malah terjadi peningkatan kehancuran hutan sejumlah 2 % pertahunnya. Dan saat ini penerima Adipura untuk kota-kota di Indonesia makin berkurang saja.

Seperti yang ditulis oleh mas Alamendah dalam blognya terdapat beberapa aksi peduli lingkungan salah satunya Sejuta Sepeda Sejuta Pohon di 100 Kota. Sepeda memang saat ini mulai ngetrend lagi harus didukung penuh oleh pemerintah dan seluruh warganya untuk membudayakan bersepeda. Pemerintah harus berupaya menyediakan lahan hijau untuk ajang bersepeda dan berolahraga warganya. Selain menyehatkan, bersepeda juga ramah lingkungan

Aksi lain seperti dikutip Media Indonesia bahwa di Bali bersama Kebun Raya Eka Karya Bedugul Bali, LIPI, dan PT HM Sampoerna akan mengadakan aksi menanam 4500 pohon pada hari ini.  Aksi tersebut dipusatkan di Pantai Gianyar.

Mahasiswa Amerika beraksi dengan merayakan wisuda menggunakan toga yang berbahan dasar botol plastik yang diolah menjadi kain. Selengkapnya bisa dibaca pada posting sebelumnya tentang Wisuda Peduli Lingkungan.

Event lain yaitu Indonesia tuan rumah seminar internasional tentang pendidikan lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati (International Seminar on Environment Education and Biodiversty) berpusat di Pusdiklatnas Cibubur Jakarta dan diikuti 12 negara. Di Undip akan ada aksi menanam 5.000 tanaman magrove, dan masih banyak lagi. Yang terpenting jangan hanya mengangap ini sebagai seremonial belaka.

Kita bisa memperingatinya dengan hal-hal yang kecil. Sebagai contohnya bersedia tidak merokok di tempat umum, atau mungkin demi kesehatan sendiri mulai mengurangi konsumsi merokok. Membiasakan tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan sepeda untuk jarak dekat, menghemat penggunaan listrik, air dan hal-hal kecil lainnya.

Jangan sampai ini hanya terjadi sekali dalam setahun semata. Semoga Hari Lingkungan Hidup Dunia ini lebih menyadarkan kita tentang pentingnya kelestarian lingkungan hidup untuk anak cucu kita.

Gratis Tutorial WP Via Email!

Follow us!

Related Post :

Comments & Responses

27 Responses so far.

  1. Cahya says:

    Bumi ini semakin rusak, mau bagaimana lagi coba. Maunya menyelematkan hutan, tapi deforestasi adalah hasil secara tidak langsung dari laju pertambahan penduduk. Kecuali terjadi bencana besar yang menelan banyak korban warga dunia, mungkin hutan akan kembali dengan sendirinya.

    Hutan adalah ranah yang kompleks dengan permasalahan yang kompleks. Ada yang berladang berpindah-pindah dengan merambah hutan, ada penebangan liar atau yang meliarkan diri, ada penambangan yang merusak hutan, dan ada banyak lagi, hingga akhirnya kita yang konon sebagai kaum terpelajar nyaris selalu tak acuh dengan kondisi kecuali pas perayaan saja atau ada berita saja.

    Ah…, susahnya. Tapi saya suka tulisan ini, semoga semakin banyak yang menulis seperti ini, sehingga bisa membangun solidaritas kepedulian terhadap hutan yang merupakan kekayaan bumi ini.

    • dHaNy says:

      Untuk ladang berpindah-pindah dampaknya masih kalah besar dengan campur tangan pejabat setempat dalam aksi ilegal loging, mereka menebangi pohon-pohon penyangga ekosistem itu dengan membabi buta… Pas ada banjir bandang tanah longsor mereka menyalahkan penduduk setempat yang buka ladang berpindah-pindah.. Padahal jelas banjir bandang membawa kayu-kayu gelondongan… Lempar batu sembunyi tangan… Setiap bidang punya spesialis sendiri2, kita yang bergelut di bidang lain baru bisa mengkritik masalah kompleks tersebut…

  2. alamendah says:

    Terima kasih telah menjawab “Tantangan untuk Para Blogger”.

    Yups, semoga perayaan haro lingkungan hidup ini mampu menumbuhkembangkangkan kesadaran kita akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup yang kemudian dapat diikuti oleh aksi nyata.

    Yang belum menjawab tantangan dari Alamendah langsung ceck TKP di blog saya: alamendah.wordpress.com/2011/06/03/tantangan-untuk-para-blogger-indonesia/

    • dHaNy says:

      Saya suka itu mas, harus dibarengi dengan aksi nyata… Dari yang kecil-kecil saja, hijaukan rumah minimal pertahankan yang ada, rawat tanaman dalam pot dengan menyiraminya setiap hari, hemat pemakaian air, listrik, dan sebagainya…

  3. isnuansa says:

    Pengen sih bisa naik sepeda, tapi kondisi panas jakarta nggak memungkinkan nggowes tiap hari. Makanya saya paling menghemat dengan ngeprint bolak balik.

    • dHaNy says:

      Wah iya tuh ampun dah kalau bersepeda di jakarta pas siang hari… Saya dulu malah pernah nyoba jalan kaki lumayan jauh untuk ada yang agak teduh di pinggir jalan. Disana pagi aja udah gerah apalagi siang,hehe

  4. jogja daerahku juga makin panas loh mas. huah… padahal udah masuk daerah utara.

    • dHaNy says:

      Global Warning bener2 udah kerasa sampai mana-mana ya mas… Musim penghujan maupun kemarau sekarang sudah sulit ditebak, siklus juga jadi gak jelas yang dulunya tiap 6 bulan ganti musim sekarang bisa setahun musim penghujannya… hmmmm

  5. Satrya says:

    Di Bandung pun yg dulunya sejuk, nyaman, byk pohon2 besar dimana2. Sekarang lagi2, byk di gusur sama perumahan2 baru.

    Bandung udah jadi panas banget skr mas, udah gk se sejuk dulu. ckckckc

    Emang susah juga sih buat sadar lingkungan gini, ditambah lagi orang2 Indonesia lebih mengutamakan kepentingan ekonomi (membangun perumahan) ketimbang menjaga linkungan …

    • dHaNy says:

      Kejadian itu kayaknya memang terjadi hampir di seluruh kota2 besar ya mas? Laju pertumbuhan penduduk dan urbanisasi turut berpengaruh besar dalam penggusuran2 utk perumahan trsebut.. Di Jogja daerah atas juga sudah mulai panas sekarang, padahal dlu tiap naik pasti sejuk banget baru sampe UII dah adem…

  6. Sriyono Suke says:

    Save the world… Mo naek sepeda?, di semarang aduh bok, naek mobil saja ac serasa nggak mempan apalagi jalannya naek turun…

  7. ghe says:

    yang terpenting jangan cuma jadi trend sesaat saja, sudah cukup rasanya merasakan dampak yang berkurang 2,2% pertahun itu…bikin panassss -_-”

    • dHaNy says:

      Nah utk menjadikan tren setiap saat itu perlu akumulasi dari kesadaran individu terhadap lingkungan… saling menghargai bahwa disampingnya butuh udara segar, butuh kesejukan…

  8. Yang paling penting adalah kita saddar terhadap lingkungan hidup yang harus dirawat dan dijaga. ..

  9. tomi says:

    saya sudah mulai bersepeda loh mas kalau ke kantor dari rumah hehehe.. meski panasnya jogja sekarang minta ampuun

  10. iskandaria says:

    Kota tempat saya tinggal sekarang yang notabene dilalui oleh garis Khatulistiwa (yaitu Pontianak) semakin terasa panas saja hawa udaranya mas. Palagi kalo seminggu aja nggak hujan, maka kabut asap bisa dipastikan akan muncul.

    Area tempat kos saya sekarang juga semakin tandus. Padahal 10 tahun yang lalu masih banyak hutan dan pepohonannya. Lah, sekarang? Udah banyak ditebangin. Sedih sekali rasanya. Udara segar jadi makin berkurang saja.

    Kok saya malah curcol yach :D

    • dHaNy says:

      Padahal disana dekat dengan hutan yang luas ya mas? ternyata bukan jaminan untuk merasakan global warming ini..

      • iskandaria says:

        Hutan di Kalimantan Barat semakin menipis mas setiap tahunnya. Efeknya kerasa banget pas musim hujan (banjir mudah melanda karena kurangnya daerah serapan air). Begitu juga ketika musim kemarau, persedian air bersih makin berkurang (karena makin minimnya pepohonan dan hutan yang bisa menyerap air sebagai cadangan).

        • dHaNy says:

          Iya mas jika dilihat hutan kalimantan dari udara terlihat banget gundulnya udah luas banget…. Yang dulu dilihat dari udara hijau sudah berganti coklat hampir di sebagian besar penjuru hutan…. Dampaknya tak hanya di kalimantan tapi dunia juga ikut merasakan berkurangnya produsen oksigen dunia itu…

  11. Darin says:

    Pertama, saya senang sekali karena hari ulang tahun saya bertepatan dengan hari lingkungan hidup sedunia *hehe* Cuma intro mas Dhan :)

    Ya, tiap tahun tak henti-hentinya berbagai lembaga/badan yang konsen pada alam dan lingkungan hidup terus menerus menghimbau agar kita berusaha menjaga dan melestarikan hutan.

    Saya baru tahu Cina sudah melakukan progres seperti di atas, sedang Indonesia malah sebaliknya.

    Memprihatinkan…

    • dHaNy says:

      Perbedaan disini dan disana terlihat jelas di pendidikan keluarga mas… Disana pendidikan dengan keteladanan itu yang paling utama… Cina sudah menguji coba rancangan peraturan tersebut sejak 2008 dan sekarang sudah benar2 disahkan… sehingga benar2 ada denda bagi yang bawa kresek meskipun mungkin dalam jumlah tertentu… Dimulai dari diri sendiri dulu saja mas….

  12. 5 Juni Hari Lingkungan Hidup says:

    [...] Hari Lingkungan Hidup Dunia 2011. Hari ini tepat tanggal 5 Juni merupakan hari ditetapkannya hari lingkungan hidup dunia (World Enviroment Day). Banyak sekali event-event untuk mengapresiasi upaya-upaya untuk sadar akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan yang kita tempati saat ini. Peringatan ini sebagai momentum penting untuk merangsang kesadaran publik akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan ini bumi ini. [...]

  13. [...] saya pernah membahas tentang Wisuda Peduli Lingkungan, Hari Lingkungan Hidup Dunia 2011 hingga saya wisuda meskipun gak pakai toga go green yang berbahan recycle dari botol plastik. Kali [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Jawab Dulu: