Santun Terhadap Orang yang Lebih Tua

Nabi yang mulia, Muhammad Rasulullah bersabda, ¢‚¬“Sesungguhnya Allah melingkupi Islam dengan akhlak yang mulia dan perbuatan baik¢‚¬. Menurut Imam Al Ghazali di antara perbuatan baik adalah: pergaulan yang baik, perbuatan yang mulia, perkataan yang lembut, mendermakan kebaikan, memberi makan, menyebarkan salam, mengunjungi orang yang sakit, mengantarkan jenazah orang Muslim, menghormati orangtua, mendamaikan di antara manusia, memenuhi undangan, bertetangga dengan baik, bermurah hati, memulai salam, menahan marah dan memaafkan kesalahan.

Sahabat, dari sederet perbuatan baik yang diuraikan tadi, adakah kita telah mengamalkannya barang satu atau dua dengan sungguh-sungguh? Misalnya saja menghormati orangtua.
Menghormati orangtua, tentu bukan hanya orangtua kita di rumah, tetapi juga orangtua yang kita temui di tempat-tempat umum. Sudahkah kita mengikhlaskan tempat duduk kita di atas kendaraan umum yang penuh sesak untuk mereka? Sudahkah kita membantu mereka menyeberangi jalan di tempat yang benar? Sudahkah kita berkata dengan lemah lembut pada mereka dan mendahulukan mereka dari pada kepentingan kita?
Pada suatu hari Ali bin Abu Thalib pernah terlambat shalat jamaah, dan ketika Rasulullah bertanya,¢‚¬Mengapa engkau terlambat, hai Ali?¢‚¬ Ali menjawab, ¢‚¬“Maaf ya Rasulullah, di depanku tadi ada seorang tua yang berjalan tertatih-tatih, aku tidak mau mendahuluinya, karena bukankah engkau meneladani kami untuk menghormati orangtua?¢‚¬
Oleh : Chichi Sukardjo

Kebiasaan Menunda

“Nanti dulu, ah…” atau ¢‚¬“Masih ada waktu, khan?¢‚¬“ mungkin merupakan dua kalimat yang sering kita lontarkan. Karena apa? Karena kita ingin menunda-nunda pekerjaan. Entah itu belajar, menunda kebiasaan untuk berhenti merokok, menunda pekerjaan ataupun menunda waktu shalat. Padahal bila telepon genggam kita berdering, kita langsung saja menyambarnya, ¢‚¬“Hallo…¢‚¬ Astaghfirullah. 
Menunda-nunda memang seperti wabah demam. Siapa yang tidak tahu buruknya menunda, namun siapa pula yang tak pernah menunda-nunda? Anda dan juga saya sekali waktu pasti pernah melakukannya. Bener nggak?
Sahabat, tentu Anda pernah mendengar bahwa ¢‚¬œwaktu ibarat pedang¢‚¬„¢. Kalau kita tidak pandai memanfaatkannya, jadilah dia musuh kita, mendzolimi kita. Namun sebaliknya, bila kita pandai memanfaatkannya, dia adalah sahabat yang baik.

Kalau orang Barat bilang, ¢‚¬œtime is money¢‚¬„¢. Waktu itu berharga lho! Allah SWT juga telah mengingatkan kita seperti tercantum dalam surah Alam Nasyrah ayat 7: “Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain.”
Oleh : Chichi Sukardjo
Sumber : ESQmagazines

Pemprov DKI Minta Maaf dan Sudah Tarik Pasukan

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto menyampaikan permintaan maafnya kepada warga Jakarta dan umat Islam atas terjadinya kerusuhan di kawasan makam Mbah Priok. Prijanto menegaskan bahwa perintah penghentian penertiban dan penarikan pasukan sudah dilakukan sejak pukul 15.00.

“Saya menyampaikan permintaan maaf atas kejadian ini. Penertiban ini sejak jam 3 sore tadi sudah saya minta dihentikan. Sehingga Polisi, Satpol PP lebih tenang lagi,” kata Prijanto dalam acara Live di Metro TV, Rabu (14/4/2010).

Prijanto meminta agar warga masyarakat kembali tenang karena penertiban kawasan itu tidak lagi dilakukan saat ini. Prijanto mengaku sudah memerintahkan kepada Wakil Walikota Jakarta Utara dan Kapolres KP3, serta Kadis Trantib Haryanto Badjuri untuk menarik pasukan dari lokasi.

“Saya berharap masyarakat lebih tenang lagi. Ini bukan penggusuran. Saya sudah telepon pada Wakil Walikota, Kapolres, saya juga telpon pada Bajuri, Kadis Trantib,” terangnya.

Sumber : Detiknews

Gayus Tambunan : Antara Penjahat dan Pahlawan

Melihat kasus yang mencuat akhir-akhir ini di Ditjen Pajak mencuat nama-nama yang di beri julukan markus atau makelar kasus. Nama yang paling tersohor adalah Gayus Tambunan pegawai DJP. Setelah kasusnya mencuat dia sempat melarikan diri ke Singapura. Melalui berbagi bujukan dan diskusi disana akhirnya Gayus mau menyerahkan diri dan mengikuti proses hukum di Indonesia. Namun sampai sekarang istrinya yang juga ikut ke Singapura belum ada kejelasan kapan baliknya ke Indonesia.

Yang menjadi sorotan dan keanehan sekarang adalah mengapa Gayus mendapat perlakuan khusus dari petinggi-petinggi negara ini. Gayus sendiri dijemput langsung oleh Jenderal dan sesampai di Jakarta Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) menyempatkan diri minum teh bersama. Saat Gayus tiba di Mabes Polri. Gayus saat itu dibawa ke gedung Rupatama Mabes Polri, di mana di gedung tersebut Kapolri mengantor. Namun Gayus tidak dibawa ke ruang Kapolri, melainkan ke ruang Deputi Operasi.

Menurut informasi dari detiknews, pada pertemuan itu Gayus mendapat wejangan dari Kapolri untuk selalu terbuka saat diperiksa oleh Penyidik.

Nah kembali lagi ke tema yang saya angkat ini, apakah Gayus ini termasuk Penjahat atau Pahlawan? Jika melihat perlakuan-perlakuan yang dilakukan kepadanya mungkin sangat berbeda dan sangat khusus dibandingkan dengan tersangka-tersangka lainnya. Jika Gayus disebut sebagai Pahlawan karena dia yang pertama dibongkar kasusnya yang dampaknya akan ditindaklanjuti terus untuk kasus-kasus serupa lainnya. Namun menurut saya Pahlawan sebenarnya adalah orang yang berani membongkar kasus ini meskipun kesan pertama hanyalah praduga semata tanpa bukti yaitu mantan Kabareskrim Susno Duaji. Beliaulah yang pertama kali berani membongkar rahasia bahwa telah terdapat mafia kasus “Markus” di tubuh Ditjen Pajak dan melibatkan instansi lain.

Gayus dianggap sebagai penjahat karena selain menjadi mafia kasus senilai 28 miliar, Gayus juga telah merusak citra institusi Ditjen Pajak. Dampak yang cukup besar saat ini yaitu masyarakat  banyak yang apatis dengan lembaga pemungut pajak akibat ulah Gayus ini.

Tak cuma masyarakat, orang dalam Ditjen Pajak juga menganggap Gayus adalah sosok yang harus dimusuhi. Yang dimusuhi adalah perbuatannya yang merugikan uang negara tersebut.

Bagaimana temen-temen menyikapi akan hal ini? Dimanakah letak kesalahan dari kasus ini? dan Bagaimana cara mengatasi hal tersebut?